Sekretaris CAS Terbitkan Buku ke-20 Kealwashliyahan

Rabu, 5 Mei 2021 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LKSA [Lembaga Kajian Strategis Al Washliyah] PB Al Washliyah bekerjasama dengan Centre For Al Washliyah Studies baru saja menerbitkan buku yang berjudul Jejak Sang Bintang. Buku ini menceritakan biografi lima figur sentral Al Washliyah pada periode awal. Buku ini merupakan buku ke-20 yang diinisiasi oleh Dr. Ja’far, M.A. yang pada saat ini diamanahkan sebagai Ketua LKSA PB Al Washliyah, dan buku ke-7 yang diterbitkan lembaga otonom PB Al Washliyah ini.

Buku berbasis riset ini sudah dapat diakses secara online melalui Google Books. Dalam sinopsis disebutkan alasan buku ini diberi judul Jejak Sang Bintang. Mengapa sang bintang? Kata “bintang” dalam judul ini diambil dari ucapan dari Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Mandilî, ulama asal Indonesia yang berkarir di Masjidilharam, yang dalam sebuah pertemuan di Medan pada awal abad ke-20 berkata: “Deli ini telah kejatuhan sebutir bintang yang gilang gemilang, akan tetapi penduduk belum mengetahuinya. Tambah lama bintang Zohra itu akan bertambah memancarkan sinarnya, dan mudah-mudahan dapatlah kerajaan Deli ini seorang pujangga Islam yang jarang didapati.”

Syekh Muhammad Ya’kub sebagai tuan rumah pertemuan tersebut menanyakan makna kalimat tersebut kepada Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Mandilî yang akhirnya menuturkan: “adalah ia itu (Syekh Hasan Ma’sum) seorang di antara alim yang telah mencapai makam yang tinggi… sebab itu kamu sekalian aku nasihatkan, apakala kelak ia telah menjadi ulama besar di kerajaan Deli ini, janganlah alpa dan lalai untuk menuntut ilmu padanya”. Dengan demikian, kata “bintang” dalam ucapan Syekh ‘Abd al-Qâdir al-Mandilî di atas merujuk kepada sosok Syekh Hasan Ma’sum mengingat derajat keilmuan dan keulamannya, dan ini memang sesuai dengan makna “bintang” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yakni “orang yang terbaik (terpandai dalam suatu lingkungan).”

Jadi, Syekh Hasan Ma’sum merupakan “bintang” di masa hidupnya, dalam arti orang yang terpandai dalam masalah agama sehingga menjadi tempat rujukan dan sandaran kaum Muslim di Sumatera Timur khususnya para pelajar agama. Tidak hanya itu, sosok Syekh Hasan Ma’sum juga berhasil mengkader “bintang-bintang” baru yang menjadi rujukan dan sandaran umat di belakang hari, di antara mereka adalah H. Ismail Banda, H. Abdurrahman Sjihab, H.M. Arsjad Th. Lubis dan H. Yusuf Ahmad Lubis. Keempat tokoh ini merupakan para pendiri organisasi Al Jam’iyatul Washliyah.

Buku Jejak Sang Bintang ini memberikan deskripsi dan analisis tentang jejak intelektual dan spiritual ulama-ulama terbaik di Sumatera Timur yang merupakan pendiri dan pengembang organisasi Islam yang berpengaruh di Indonesia, yakni Al Jam’iyatul Washliyah. Sejumlah “bintang” lain juga diketahui turut mendirikan Al Washliyah, akan tetapi keterbatasan data saat ini membuat mereka belum memungkinkan untuk diteliti.

Ke depan, buku ini akan terus dilengkapi dengan artikel-artikel berbasis riset mengenai para pendiri Al Washliyah termasuk mereka yang berjasa bagi perkembangan awal Al Washliyah. InsyaAllah. Selamat membaca!

Penulisnya, Dr. Ja’far, M.A. saat ini bertugas sebagai dosen Filsafat pada Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri Lhokseumawe, Aceh, Indonesia. Ia pernah berkarir sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan (2010-2021) untuk tingkat Sarjana (S1), Magister (S2) dan Doktor (S3). Saat ini ia diamanahkan sebagai Ketua Lembaga Kajian Strategis Al Washliyah Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah (periode 2021-2026), anggota Dewan Fatwa Al Jam’iyatul Washliyah (sejak tahun 2016), dan Sekretaris Centre For Al Washliyah Studies/Pusat Kajian Al Washliyah (sejak tahun 2010). Saat ini, selain menjadi editor pada dua jurnal bereputasi nasional (Sinta 2): Journal of Contemporary Islam and Muslim Societies dan MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, ia diamanahkan sebagai Reviewer Penelitian, Publikasi Ilmiah, dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2022-2024.

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

CAS Terbitkan Buku Filantropi Al Washliyah
Sekretaris CAS Terima Karya Samsul Bahri
Mengapa Menerbitkan Buku Kealwashliyahan?*
CAS dan LKSA Terbitkan Buku Biografi Tokoh Al Washliyah Udin Sjamsuddin
Dinamika Pergerakan Al Washliyah Dari Zaman ke Zaman
LKSA dan CAS Resmi Launching dan Bedah Sebelas Buku Ke-Al Washliyahan

Berita Terkait

Rabu, 1 November 2023 - 05:10 WIB

Fatwa tentang Tarekat, Kahin, Nama-nama Malaikat, dan Menghampirkan Diri Dengan Ruh-ruh dan Jin

Selasa, 31 Oktober 2023 - 04:56 WIB

Fatwa tentang Loterij, Mandi Safar, Mentonelkan Nabi-nabi, dan Fitrah Anak Yatim*

Selasa, 31 Oktober 2023 - 01:56 WIB

CAS Ikut Sosialisasikan Keputusan Dewan Fatwa Al Washliyah

Kamis, 26 Oktober 2023 - 11:02 WIB

Resolusi Jihad Kaum Santri di Sumatera

Minggu, 22 Oktober 2023 - 02:45 WIB

Fatwa Jihad Tuan Arsjad

Rabu, 21 Desember 2022 - 00:38 WIB

Selamat Milad Dewan Fatwa Al Washliyah ke-89 Tahun

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 00:51 WIB

Resolusi Jihad Al Washliyah

Berita Terbaru

Literasi

CAS Terbitkan Buku Filantropi Al Washliyah

Senin, 6 Nov 2023 - 11:47 WIB

Pendidikan

Ijtihad Politik Al Washliyah

Rabu, 1 Nov 2023 - 10:10 WIB