• Centre For Al Washliyah Studies (Pusat Kajian Al Washliyah) merupakan lembaga riset independen yang fokus pada kegiatan riset dan publikasi tentang Islam dan masyarakat Muslim di Indonesia, khususnya organisasi Al Jam'iyatul Washliyah.
5 Mei 2021 View : 268x

LKSA dan CAS Resmi Launching dan Bedah Sebelas Buku Ke-Al Washliyahan

Author : admin

MEDAN-Sabtu, 4 Maret 2023, Lembaga Kajian Strategis Al Washliyah (LKSA) Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah kembali menggelar webinar nasional melalui program Awsat Forum. Kali ini, LKSA mengadakan kegiatan launching dan bedah buku sebanyak sebelas buku yang diterbitkan oleh LKSA bekerjasama dengan Centre For Al Washliyah Studies (CAS). Sebelas buku ini merupakan produk kegiatan pengurus LKSA periode 2021-2026.

LKSA merupakan lembaga otonom yang dibentuk oleh PB Al Washliyah pada tanggal 9 Juni 2021. Syukur alhamdulillah, belum lagi genap dua tahun usia kepengurusan, pengurus LKSA telah mampu menerbitkan sebelas buku yang diharapkan dapat menjadi bacaan dan menambah referensi bagi warga Al Washliyah, kaum Muslim, dan para peneliti Islam di Indonesia.

Dua dari sebelas buku tersebut merupakan kompilasi seluruh makalah narasumber yang telah dipresentasikan dalam acara Awsat Forum. Ini merupakan bukti bahwa LKSA sangat memperhatikan produk dari setiap kegiatannya, dimana seluruh narasumber yang diundang dalam Awsat Forum harus membuat makalah.

Sementara itu, satu di antaranya sebelas buku tersebut merupakan karya Dr. Masyhuril Khamis, S.H., M.M. (Ketua Umum PB Al Washliyah), dan selebihnya adalah karya Dr. Ja’far, M.A. (Ketua LKSA yang juga dosen Pascasarjana IAIN Lhokseumawe, Aceh, Indonesia). Sebagai narasumber dalam kegiatan launching dan bedah buku ini, LKSA mengundang Dr. Muhammad Riduan Harahap, M.Pd.I. (Wakil Rektor UNIVA Medan bidang Akademik dan Kelembagaan).

Kegiatan ini terselenggara dengan sukses berkat kerjasama antara LKSA PB Al Washliyah dan UNIVA Medan. Acara ini dipandu oleh Zuhri Arif, M.H. (dosen UNIVA Medan dan anggota LKSA); dibuka secara resmi oleh Ketua Hubungan Antar Lembaga PB Al Washliyah, Wizdan Fauran Lubis, M.M.; dan diikuti oleh puluhan mahasiswa UNIVA Medan.

Ada tiga tujuan dari kegiatan ini. Pertama, untuk melestarikan tradisi intelektual ulama Al Washliyah. Umum diketahui bahwa para ulama Al Washliyah telah sejak lama menjadi teladan utama dalam membudayakan tradisi ilmiah dalam organisasi: penulisan dan penerbitan.

Para pendiri dan sebagian besar ulama Al Washliyah adalah para penulis produktif. M. Arsjad Th. Lubis dan Yusuf Ahmad Lubis telah mewariskan lima puluhan karya mereka kepada generasi penerus Al Washliyah. Al Washliyah pernah memiliki dua majalah ternama dan berpengaruh sebelum era kemerdekaan, Medan Islam dan Dewan Islam. Al Washliyah juga memiliki penerbit Pustaka Al Washliyah dan Pustaka UNIVA.

Al Washliyah bahkan pernah memiliki Majelis Pustaka. Ini menunjukkan bahwa Al Washliyah juga konsen terhadap pembangunan budaya intelektual, dan LKSA berupaya terus mempertahankan dan melestarikannya.

Kedua, mendiseminasikan hasil riset maupun pemikiran kader-kader Al Washliyah, khususnya para pengurus LKSA. Pokok-pokok pikiran mereka perlu diketahui publik dan tentunya dapat memberikan inspirasi dan masukan bagi para pengurus dan anggota Al Washliyah dalam mengembangkan dan memajukan organisasi.

Sebagian buku yang dilaunching dan dibedah dalam kegiatan ini merupakan hasil penelitian atau ringkasan hasil penelitian. Sebagian buku lainnya merupakan hasil pemikiran dan perenungan mendalam sejumlah kader terbaik Al Washliyah. Tentunya, seluruh warga Al Washliyah terutama para pengurus organisasi ini perlu mengetahui, termasuk mengkritisi, kandungan dari sebelas buku yang dilaunching dan dibedah dalam kegiatan ini.

Ketiga, memotivasi dan mengajak kaum intelektual muda Al Washliyah (pelajar dan mahasiswa) untuk ikut serta dalam memperkaya khazanah literatur Al Washliyah. Pada awal tahun 2000-an, kader-kader Al Washliyah masih merasakan kekurangan bacaan dan referensi tentang organisasi Al Washliyah. Kala itu, buku karangan Chalidjah Hasanuddin seolah menjadi satu-satunya buku berbasis riset tentang Al Washliyah. Alhamdulillah saat ini, LKSA memang telah menerbitkan sebelas buku tentang Kealwashliyahan. Tetapi, apa yang telah dilakukan ini masih belum cukup.

Informasi tertulis tentang Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sangat melimpah, penulisnya bahkan dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Banyak peneliti asing menulis tentang dua ormas Islam ini. Literasi Kealwashliyah dapat dikatakan masih cukup terbatas. Lewat kegiatan ini, LKSA mengajak semua elemen dalam organisasi Al Washliyah, terutama kaum intelektual muda Al Washliyah, untuk ikut ambil bagian dalam upaya meningkatkan referensi Kealwashliyahan di masa mendatang.

Dr. Muhammad Riduan Harahap sebagai narasumber menyimpulkan bahwa para penulis sebelas buku ini berhasil meneladani produktivitas para pendiri dan ulama Al Washliyah; memperkuat literatur Kealwashliyahan sebagai salah satu pondasi terpenting dalam membangun peradaban organisasi; mempromosikan Al Washliyah ke ranah publik: lokal, nasional, regional dan global; menyuguhkan pelajaran penting bagi para anggota dan pengurus terkait orientasi Al Washliyah sebagai arena pengkaderan yang hendak menghasilkan insan pemikir, jujur dan beriman; dan melanggengkan sejarah organisasi. Dr. Riduan menegaskan urgensi literasi dalam organisasi Al Washliyah, dan LKSA sudah turut serta berkontribusi dalam memperkuat literasi dalam organisasi ini.

Dr. Ja’far, M.A.
Ketua LKSA & Dosen Pascasarjana IAIN Lhokseumawe